Kamis, 24 November 2011 | 16.29 WIB
Portal Kita-Bekasi.    Ribuan buruh di Kota Bekasi yang tergabung dari berbagai elemen organisasi buruh berunjuk rasa menuntut kenaikan upah, Rabu (24/11). Mereka menutup akses jalan utama yang berada di jantung Kota Bekasi. Dengan mengendarai ratusan sepeda motor, mereka menutup perempatan Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama gerbang Tol Bekasi Barat.

Akibat dari aksi tersebut, maka seluruh ruas jalan yang terkoneksi dengan jalan tersebut macet total. Tercatat Jalan Hasibuan, Jalan Siliwangi, Jalan KH.Noer Alie, Jalan Ahmad Yani serta Jalan Tol Jakarta Cikampek mengalami
antrian yang cukup panjang. Para pengguna jalan dialihkan atau memutar arah dengan menempuh jalan lain.

Aksi buruh Kota Bekasi merupakan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yaitu menuntut kenaikan UMK Kota Bekasi yang mereka nilai lebih rendah dari angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Dengan Pengupahan Kota (Depeko) Kota Bekasi telah menetapkan UMK Kota Bekasi sebesar Rp. 1,422 Jt per bulan.

Menurut Mahfud Ketua Bidang Organisasi  FSPMI, salah satu elemen buruh yang turut mengadakan aksi menyatakan,”Angka KHL Kota Bekasi  Rp.2,22 Jt, sedang Kabupaten Bekasi telah menetapkan UMK sebesar Rp. 1,7 Jt, namun Kota Bekasi menetapkan UMK sebesar Rp.1,4 Jt”.  Hal ini sangat tidak masuk akal, karena jarak antara Kabupaten dan Kota Bekasi tidak terlalu jauh, mengapa UMK yang di tetapkan berbeda jauh, ungkap Mahfud.

Mahfud juga menambahkan, jika di lihat dari kebutuhan hidup dan juga pajak, maka Kota Bekasi jauh lebih tinggi dari Kabupaten Bekasi, lalu mengapa UMK Kota Bekasi lebih rendah dari Kabupaten Bekasi. “Kami menuntut agar rekomendasi dari Dewan Pengupahan Kota Bekasi agar dibatalkan, karena tidka sesuai dengan kenyataan yang ada,” paparnya.

Di tempat berbeda, Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan bahwa pihak Pemerintah Kota Bekasi telah memberikan rekomendasi susulan terkait tuntutan buruh. Namun rekomendasi tersebut pelaksanaannya bergantung dengan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat. “Silahkan untuk perwakilan buruh agar berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja serta Dewan Pengupahan Kota Bekasi untuk dibicarakan dengan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat”, ujar Pria yang akrab di sapa Bang Pepen ini.

Aksi buruh ini membubarkan diri pada pukul 13.00 WIB setelah menutup jalan dari pukul 10.00 WIB. Enam perwakilan buruh ditunjuk untuk menjembatani tuntan dan juga aspirasi agar di suarakan dalam forum musyawarah.  (Ch)

Ada 0 Komentar Untuk Berita ini

Tulis Komentar

Ganti text
Masukan Kode diatas

List Komentar

Kontak Informasi

Komplek Pemda Bekasi
JL. Ahmad Yani No. 1
Tlp : +62-21 99776295
HP : 081584658233
Fax: +62-21 8853948
E-mail: info@fsplem-bekasi.or.id